Pejuang Ranah Domestik: Cerita Mencuci Baju

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Mencuci baju adalah kegiatan yang tidak pernah selesai..hehe.. setiap hari ada saja baju-baju yang mengantri untuk dicuci.. selesai satu trip baju dijemur, belum kering sudah masuk antrian baru ke dalam ember baju kotor.. hehehe..

Mencuci baju hakikat utamanya adalah mensucikan baju Kita dari segala kotoran dan najis yang menempel padanya. Jadi sebelum mencuci baju, kita diniatkan dahulu kalau mencuci baju untuk menghilangkan najis agar baju Kita suci dan bisa dipakai untuk sholat. Karena salah satu syarat sahnya sholat adalah pakaian yang suci.

Nah, sebelum Kita mencuci baju perlu banget Kita pilah pakaian kotor yang mengandung najis atau tidak. Yang mengandung najis misalnya terkena ompol Anak, atau BAB. Pakaian yang terkena najis dipisahkan terlebih dahulu lalu dihilangkan najisnya dengan cara dialiri air dan diberi sabun agar najisnya hilang.

Setelah semua pakaian tidak Ada najisnya barulah dapat dicampur untuk dicuci bersama. Kalau yang Saya lakukan selama ini mencuci dengan mesin cuci 1 tabung bukaan atas adalah dengan cara memasukkan semua pakaian kotor yang sudah tidak Ada najisnya ke dalam tabungan mesin cuci. Lalu mengaliri air hingga tergenang melebihi jumlah pakaian. Tujuan mengaliri air ini adalah untuk mensucikan pakaian dlam mesin cuci. Setelah air semua masuk, barulah Saya beri deterjen. Jika ingin direndam dalam diterjen dahulu, mesin Saya putar sebentar sampai kira-kira sabun deterjen tercampur rata, lalu Saya buka tutup atasnya agar mesin cuci berhenti bergerak selama waktu yang Saya butuhkan untuk merendam pakaian, misalnya 30 menit. Setelah 30 menit kemudian, tutup mesin cuci atas Saya tutup kembali sehingga mesin cuci kembali berputar dan menyelesaikan pekerjaannya.

Oiya cerita lain soal mencuci baju, Saya tiba-tiba teringat dengan almarhum eyang kakung dan eyang putri di Semarang. Jaman saya kuliah di Jogja, untuk pertama kalinya Saya mencuci baju sendiri dengan tangan. Tapi untungnya sebelum masa ngekos kuliah dulu, Saya Ada kesempatan tinggal di rumah eyang selama 2bulanan. Selama di rumah eyang, setiap abis Subuh, kami di teras samping rumah bareng-bareng mencuci baju. Ada Saya, eyang kung, eyangti, mbah yut, terkadang om ikut juga. Kami duduk di pinggir beberapa ember besar berisi air. Tumpukan baju yang kami cuci berpindah dari satu ember menuju 3 ember lainnya untuk dibilas. Yang terkenang bagi saya adalah memori indah mencuci bersama. Saat itu kami bisa saling bercerita, berkeluh kesah, bercanda, yaaa.. Saya jadi kangen yangkung dan yangti.. saat itu mereka sudah berusia lanjut namun tetap optimis memaknai hidup. Semoga kelak Saya bisa seperti itu bila diberi umur yang panjang oleh Allah.

Setelah Saya berumah tangga, pernah juga mengalami kondisi beberapa bulan harus cuci baju manual pakai tangan. Ya dinikmati juga.. terkadang gantian dengan suami. Itulah yang dinamakan kerjasama. Ada suka dukanya.. hehe..

Jadi teringat juga saat kami menyusul suami ke Jerman. Saat itu kami selalu mencuci baju manual sebab di rumah kontrakan tidak ada mesin cuci sedangkan untuk sewa mesin cuci lumayan juga biayanya. Jadi kami usahakan berhemat. Walaupun ada kendala misalnya baju selesai dicuci lalu diperas dengan tangan tidak betul-betul kering sedangkan saat itu musim gugur cuaca lembab. Akibatnya baju jadi nggak kering-kering. Terpaksalah kami jemur di dekat penghangat ruangan..hehe

Yah..soal cuci mencuci ini saya jadi teringat banyak kejadian..hehe.. intinya dinikmati saja.. karena tiada habisnya..

Tetap semangat,

Ibu pembelajar πŸ’ͺ😊

Intan Sulistyosari

Advertisements

4 comments

  1. Seneng baca postingan ibu ibu soal bagaimana berbagi peran domestik bisa dengan suami. Hehehe bakal jadi bukti buat paksu klo kerjaan domestik itu bisa di bagi 🀣🀣🀣

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s