Literasi Digital Jaman Now

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh..

Literasi informasi pada jaman dahulu sering dikaitkan dengan membaca dan menulis.
Sebenarnya apakah definisi dari literasi informasi itu? Apakah ketrampilan literasi informasi
dibutuhkan pada era digital ini?
Literasi informasi adalah kemampuan untuk tahu kapan ada kebutuhan informasi, untuk
dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi
tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi.
Menurut American Library Association (ALA), literasi informasi merupakan
serangkaian kemampuan yang dibutuhkan seseorang untuk menyadari kapan informasi
dibutuhkan dan kemampuan untuk menempatkan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi
yang dibutuhkan secara efektif
Lasa HS (2009 : 190) mendefinisikan bahwa literasi informasi disebut juga melek
informasi, yakni kesadaran akan kebutuhan informasi seseorang, mengidentifikasi,
pengaksesan secara efektif efisien, mengevaluasi, dan menggabungkan informasi secara legal
ke dalam pengetahuan dan mengkomunikasikan informasi itu. Dengan kesadaran ini akan
mendukung perkembangan proses pembelajaran sepanjang hayat / long life education.
Manfaat Literasi Informasi bagi masyarakat luas adalah untuk mempermudah dalam
menemukan informasi sesuai kebutuhan dan menggunakan informasi tersebut secara efektif.
Pada era digital ini literasi sangat diperlukan oleh masyarakat untuk mencari
informasi,namun dengan ledakan informasi yang begitu besar di era digital ini memiliki
dampak positif juga negatif untuk masyarakat atau pencari informasi. Dampak negatifnya
antara lain dengan banyaknya informasi yang tersedia sehingga pencari informasi kebingungan
dalam memilah informasi yang benar atau yang salah. Maka dari itu dibutuhkan pengetahuan
tentang literasi informasi, perpustakaan dalam hal ini memberikan layanan pendidikan
pemakai kepada pemustaka untuk mempermudah dalam proses pencarian informasi.
Literasi informasi dapat memberikan hubungan penting antara masyarakat informasi dan
pembelajaran masyarakat. Keterampilan literasi informasi membantu orang untuk belajar dan
belajar ulang, untuk melatih berbagai perubahan-perubahan hidup yang begitu cepat untuk
merubah dunia dan mengharuskan mereka untuk beradaptasi dan fleksibel dengan kecepatan
dan kompetensi.

Menurut Renford and Hendrickson Pendidikan pengguna adalah “ …..encompass all
activities designed to teach the user about library resources and research techniques”
Pendidikan pengguna adalah cara suatu kegiatan pengajaran dengan menggunakan berbagai
sumber perpustakaan dan cara-cara penelitian.
Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi dalam Ferry Adityo Putro (2013 “Pendidikan pemakai adalah usaha bimbingan atau
petunjuk jeada pemakai tentang cara pemanfaatan koleksi bahan pustaka yang disediakan
secara efektif dan efisien.” Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendidikan
pemakai adalah serangkaian kegiatan kegiatan yang berisi aktivitas belajar mengenai
pengenalan dan tata cara memanfaatkan perpustakaan kepada pengguna maupun calon
pengguna di perpustakaan.
Dalam pendidikan pemakai pemustaka juga diajarkan dalam mencari informasi secara
efektif,efsien dan akurat. Pendidikan pemakai merupakan tugas pustakawan untuk mendukung
pembelajaran dan penelitian sehingga tercipta masyarakat yang paham literasi informasi.
Untuk menciptakan masyarakat yang paham akan literasi informasi perlu adanya
pembinaan literasi, yaitu proses berkelanjutan untuk membantu individu agar minat bacanya
tumbuh dan berkembang. Dalam hal ini Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
melakukan beberapa upaya atau kegiatan pembinaan literasi informasi antara lain:
1. Melakukan kegitan story telling;
2. Melakukan pembinaan dan pemakaian perpustakaan;
3. Melakukakan kegiatan lomba-lomba yang dapat menumbuhkan minat baca, seperti
lomba bercerita, lomba penulisan cerpen, karya ilmiah dan menulis puisi, lomba
bercerita bahasa daerah dan penulisan cerita daerah.
Perpustakaan berharap dengan adanya kegiatan pembinaan literasi informasi dapat
mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi informasi dalam kehidupan
bermasyarakat. Karena kehidupan manusia merupakan proses pembelajaran berkelanjutan atau
pendidikan sepanjang hayat.
Cropley menyatakan bahwa pendidikan sepanjang hayat meliputi: “Keyakinan yang
seharusnya dimiliki untuk memberantas hambatan dalam pembelajaran, belajar bisa dilakukan
diluar sistem pendidikan, pendidikan bisa dilakukan di rumah, di organisasi dan masyarakat,
tempat kerja, berbagai media, serta melalui teman-teman yang kita kenal”.
Kemampuan untuk terus belajar sepanjang hayat seseorang adalah alat survival atau
bertahan hidup yang merupakan kunci dalam dunia perubahan. Ada sejumlah berkembang informasi dan dalam beberapa bidang studi mengalami perubahan sangat cepat. Hal ini juga
kemungkinan bahwa banyak orang dewasa memasuki dunia kerja sekarang akan memiliki
setidaknya lima perubahan pendidikan sebelum mereka pensiun dan akan perlu untuk akses
dan menguasai bidang pengetahuan baru untuk dapat melakukan pekerjaannya dengan baik.
Permen menyatakan bahwa : “.. Literasi informasi tidak hanya respon terhadap tuntutan
masyarakat informasi, tapi set penting dari prestasi intelektual yang dapat membantu dalam
realisasi dari ‘masyarakat belajar’.
Pustakawan merupakan agen literasi informasi, diharapkan melalui pustakawan tercipta
masyarakat melek informasi. Perpustakaan merupakan sumber informasi dan pemustaka dapat
memanfaatkan sumber-sumber informasi untuk pembelajaran, pengambilan keputusan sampai
penyelesaian masalah dengan memanfatkaan perpustakaan sebagai sumber informasi. Literasi
informasi adalah seperangkat keterampilan yang memungkinkan orang belajar secara formal
maupun informal dalam mencari informasi secara akurat, efektif dan efisien untuk
memudahkan kehidupan manusia. Keterampilan literasi informasi dapat ditularkan melalui
sistem pendidikan dan melalui perpustakaan umum dalam peran mereka sebagai agen untuk
belajar sepanjang hayat. Dengan keterampilan literasi informasi diharapkan tercipta
masyarakat yang inovatif, mengetahui secara akurat informasi yang dibutuhkan, menggunakan
informasi secara efektif dan mampu mengikuti perkembangan informasi.

Sumber: https://webpercent.com/top-10-benefits-of-digital-skills/

Dampak Positif Dan Manfaat Literasi Digital;

  1. Menghemat waktu: Seorang pelajar atau mahasiswa yang mendapatkan tugas dari guru atau dosennya, maka ia akan mengetahui sumber-sumber informasi terpercaya yang dapat dijadikan referensi untuk keperluan tugasnya. Waktu akan lebih berharga karena dalam usaha pencarian dan menemukan informasi itu menjadi lebih mudah.
  2. Belajar lebih cepat: Pada kasus ini misalnya seorang pelajar yang harus mencari definisi atau istilah kata-kata penting misalnya di glosarium. Dibandingkan dengan mencari referensi yang berbentuk cetak, maka akan lebih cepat dengan memanfaatkan sebuah aplikasi khusus glosarium yang berisi istilah-istilah penting.
  3. Menghemat uang: Saat ini banyak aplikasi khusus yang berisi tentang perbandingan diskon sebuah produk. Bagi seseorang yang bisa memanfaatkan aplikasi tersebut, maka ini bisa menghemat pengeluaran ketika akan melakukan pembelian online di internet.
  4. Membuat lebih aman: Sumber informasi yang tersedia dan bernilai di internet jumlahnya sangat banyak. Ini bisa menjadi referensi ketika mengetahui dengan tepat sesuai kebutuhannya. Sebagai contoh ketika seseorang akan pergi ke luar negeri, maka akan merasa aman apabila membaca berbagai macam informasi khusus tentang negara yang akan dikunjungi itu.
  5. Selalu memperoleh informasi terkini: Kehadiran aplikasi terpercaya akan membuat seseorang akan selalu memperoleh informasi baru.
  6. Selalu terhubung: Mampu menggunakan beberapa aplikasi yang dikhususkan untuk proses komunikasi, maka akan membuat orang akan selalu terhubung. Dalam hal-hal yang bersifat penting dan mendesak, maka ini akan memberikan manfaat tersendiri.
  7. Membuat keputusan yang lebih baik: Literasi digital membuat indvidu dapat membuat keputusan yang lebih baik karena ia memungkinkan mampu untuk mencari informasi, mempelajari, menganalisis dan membandingkannya kapan saja. Jika Individu mampu membuat keputusan hingga bertindak, maka sebenarnya ia telah memperoleh informasi yang bernilai.
  8. Dapat membuat anda bekerja: Kebanyakan pekerjaan saat ini membutuhkan beberapa bentuk keterampilan komputer. Dengan literasi digital, maka ini dapat membantu pekerjaan sehari-hari terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer misalnya penggunaan Microsoft Word, Power Point atau bahkan aplikasi manajemen dokumen ilmiah seperti Mendelay dan Zetero.
  9. Membuat lebih bahagia: Dalam pandangan Brian Wright, di internet banyak sekali berisi konten-konten seperti gambar atau video yang bersifat menghibur. Oleh karenanya, dengan mengaksesnya bisa berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang.
  10. Mempengaruhi dunia: Di internet tersedia tulisan-tulisan yang dapat mempengaruhi pemikiran para pembacanya. Dengan penyebaran tulisan melalui media yang tepat akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan perubahan dinamika kehidupan sosial. Dalam lingkup yang lebih makro, sumbangsih pemikiran seseorang yang tersebar melalui internet itu merupakan bentuk manifestasi yang dapat mempengaruhi kehidupan dunia yang lebih baik pada masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA:
– digilib.isi-ska.ac.id
– journal.unhas.ac.id
– Lasa HS. 2009. Kamus Kepustakawanan Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Book
Publisher.

– Wardani, Utami Wisnu. Literasi Informasi di Era Digital

-https://tennewssite.wordpress.com/2017/05/23/literasi-media-dan-literasi-digital/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s